Minggu, 03 Maret 2013

Stok Rendang, Aku Makin Cinta Padamu



     Ruly mengelus perutnya yang membesar sambil bicara lirih pada bayi dalam kandungannya. Ia tertawa kecil jika matanya melirik ke arah Baskoro, suaminya. Namun lelaki ganteng itu tahu pasti bayinya minta rendang lagi.
      Sejak dinyatakan positif hamil Ruly ngidam makan rendang, Awalnya ia merasa giginya jadi sensitif dan sering menggeretakkan gigi geliginya. Lalu ia merasa ada sensasi gemas ketika menggigit daging kenyal berbumbu gurih bernama rendang itu. Jadilah Ruly ketagihan.
    Demi istrinya,Baskoro menyetok banyak rendang di lemari es. Ia beli di restoran Minang dan membungkusnya dengan plastik untuk di taruh di Freezer. Jika Ruly kumat ngidamnya Baskoro tinggal mengeluarkannya dan menghangatkannya. Jadi tak perlu susah payah seperti diawal ngidamnya.    
   Waktu itu Baskoro dibuat kelimpungan. Baru saja pulang kerja dari shift malam di perusahaan garmen Ruly menyambutnya dengan rengekan ingin makan rendang. Baskoro segera meluncur ke jalan raya sambil membayangkan anaknya akan ngiler jika keinginan Ruly tak dituruti. Baskoro tahu rendang yang sudah meng-Indonesia itu sebenarnya mudah di dapat baik di restoran minang maupun di warteg pinggiran, tapi siapa yang jual di malam hari? keluh Baskoro. Malam yang dingin dan gerimis tak membuat Baskoro menyerah. Setelah cukup lama berkendara motor akhirnya ia menemukan warteg yang baru akan ditutup pemiliknya. Letaknya di pojok jalan dan suasana remang-remang di bawah rindang flamboyan membuat warteg itu hampir saja terlewatkan.
      “Pak, ada rendang ndak?” tanya Baskoro pada orang itu . Lelaki itu manggut-manggut
Lega hati Baskoro. Baskoro segera turun dari motornya. Ups lelaki itu masih mangut-manggut dan tersenyum. Bapak tua itu malah berjoget sambil memasang papan penutup warung.
     “Pak” Baskoro mencoleknya
   Ono opo to ,Le” lelaki itu kaget sambil membuka earphone-nya. Wuih bapak gaul. Lalu Baskoro mengulang pertanyaannya.
     “O sudah habis. Tinggal … dua potong di wajan buat sarapan kami besok. Itu saja sudah ndak layak santap” kata bapak tua itu dengan heran malam - malam begini ada orang yang mencari rendang.
      “Istri saya sedang hamil, ngidam rendang” kata Baskoro menjelaskan.
    “Biarin,Pak, saya beli saja buat istri saya.Bapak sarapan saja sama telor goreng besok” Wuih Baskoro ikut mengatur menu sarapan pemilik warung makan.
      Wis kowok lho ,Le” Bapak gaul itu mengingatkan
      Mboten menopo Pak”kata Baskoro tidak peduli yang penting ada rendang di tangan.
Lalu bapak tua itu menenteng HP Samsung Galaxy-nya masuk ke dalam sambil melirik geli pada seragam kerja Baskoro yang basah. Perjuangan seorang calon ayah ,batinnya.
        “Sudah buat kamu saja” kata bapak tua itu ketika melihat Baskoro mengeluarkan dompet.      Maturnuwun , Pak ” Baskoro melonjak kegirangan.  Ia menerima bungkusan  plastik beraroma rendang itu seolah menerima jimat. Ia menyalami tangannya penuh hormat. Bapak gaul itu tergagap melihat tingkah Baskoro. Irama campur sari dari telepon seluler bapak gaul kembali mengalun riang, seriang wajah Baskoro pula.
      Namun sesampai di rumah Ruly sudah tidur. Jadilah rendang masuk ke lemari es. Pagi harinya Ruly menanyakan rendangnya. Setelah di buka Ruly melengos.
       “Aku kok jadi ndak selera makan” kata Ruly ketika mendapati rendang itu sudah tidak utuh dagingnya. Namun tak kurang akal Baskoro yang hobi masak itu menyuir-nyuir daging rendang lalu di masaknya lagi. Sambil menasehati Ruly tentang syukur nikmat ia mengambil nasi dari magic jar dan mengepal-ngepalkannya dengan kedua tangannya yang berplastik bening. Kemudian diisi dengan abon rendang. Mirip lemper nasi tanpa daun. Ruly diam saja sambil mengamati bulatan- bulatan nasi putih tertata di piringnya dan terpaksa memakan nasi kepal isi abon rendang itu.
       “Wah gurih, Mas” Kata Ruly kemudian
Baskoro senang melihat binar di mata istrinya. Ternyata abon rendang yag dibuat dengan cinta dengan sedikit wejangan ala suami bisa membuat Ruly nurut.
     Malam berikutnya sepi permintaan. Namun dua hari kemudian Ruly merajuk lagi tanpa tedeng aling-aling sambil menangis. Meski lelah sepulang badminton dengan kumpulan bapak-bapak RT dan bayangan anaknya yang ngiler memacu Baskoro berburu rendang lagi. Kali ini lewat telepon. Untung ia bercerita tentang Ruly sebelumnya pada Wahyudi.
     Wis kesini saja, aku dapat makanan melimpah dari tetangga yang habis hajatan. Rendangnya masih anget lhooo” kata Wahyudi di seberang telepon sana. Meskipun jaraknya lebih jauh dari warteg bapak gaul dulu  Baskoro tetap menyambangi rumah teman kerjanya itu. Wahyudi membawakan serantang rendang.
     Ruly memeluk sayang pinggang Baskoro begitu suaminya turun dari motor. Baskoro ikut menemani makan bahkan habis dua piring nasi. Sedangkan istrinya hanya memakan sedikit.
      “Kenapa ,dek, apa ndak enak?” tanya Baskoro heran.
      “Sebenarnya sudah kenyang , mas” jawab Ruly.
      “Oh rasa kenyang itu karena ada si bayi di kandunganmu“ kata Baskoro
      “Bukaan mas, mm…maaf tadi aku ndak sabar nunggu jadi aku minta ibu mbawain rendang kesini. Aku baru tahu ternyata ibu masak rendang kok”  kata Ruly tanpa beban. Ibu mertuanya memang tinggal di rumah sebelah.
      “Woalah kok ndak bilang…”
   “Tadi mas  tiba-tiba berangkat sih ” Ruly segera menyahut dengan lembut kata-kata suaminya. Baskoro menahan dongkol.Sabar menghadapi wanita hamil.
     Dengan menyetok rendang di lemari es dan demi menghemat tenaga istrinya memasak di dapur. Baskoro rela makan lauk rendang tiap hari. Baskoro tahu wanita hamil tidak boleh lama-la berdiri,termasuk memasak di dapur nanti kakinya bisa bengkak Jika bosan dengan rendang itu Baskoro menggorengnya lalu dihias selada , jagung manis dan wortel yang direbus.Makannya pakai garpu dan pisau. Jadilah steak rendang. Ruly jadi terharu melihat suaminya yang kreatif dengan rendang-rendangnya. Ruly menulis di kertas merah jambu “Karena rendang aku makin cinta mas Baskoro”.
                                                                               - - -
Tulisan ini saya sertakan dalam Lomba Gado-Gado majalah Femina bertema "Rendang" bekerjasama dengan Rendang Journey (Rajou), karena berbentuk cerpen jadi cuma dapat juara harapan saja! Alhamdulillah, surprise tulisan ini adalah tulisan pertama yang saya kirim untuk lomba.Kirim tanggal 10 Oktober 2012 dan diumumkan 18 November. Hadiahnya uang Rp. 500.000 ,lumayan 'kan.

Pengumumannya ada di : http://www.facebook.com
                                            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar