Selasa, 09 Februari 2016

Resensi Buku Suamiku dan Pacar Lelakinya



Judul Buku  :  Suamiku dan Pacar Lelakinya
Penulis          :  Wulan Darmanto
Penerbit        :  Kinimedia
Cetakan         :  1 , Januari 2016
Tebal Buku   :  184 halaman

Setelah 5 menit dan password HP-nya belum kupecahkan. Aku mulai disergap panik. Aku takut mas Hendi keburu pulang sebelum kutuntaskan niatku
Hingga kesempatan terakhir galeri itu pun terbuka
Allahu Akbar … inikah dunia suamiku?
Galeri itu penuh dengan foto-foto pria. Yang membuatku tersayat adalah foto mesra mas Hendi bersama anak SMK itu

Kisah di atas adalah petikan salah satu kisah dalam buku “Suamiku dan Pacar Lelakinya”

Buku yang ditulis mbak Wulan Darmanto ini berlatar based story, diangkat dari kisah-kisah nyata kaum perempuan yang bersuamikan lelaki SSA ( Same Sex Attraction), pria yang menyukai sesama jenisnya.


Dalam buku ini dijelaskan, jika gay/homo adalah identitas sosial maka SSA adalah orientasi seksual mereka. Seorang gay/homo sudah pasti memiliki jiwa SSA. Namun  orang yang SSA belum tentu menjadi gay/homo.

Ada 12 kisah perempuan-perempuan yang luar biasa diberi ujian Allah dengan bersuamikan lelaki SSA. Saya membaca kisah demi kisah perlahan-lahan mencoba memahami posisi perempuan-perempuan tersebut, sambil bersenandung istighfar dan beberapa butir air mata yang turun begitu saja.

Manalah kita pernah menduga dengan siapa akan berjodoh, sampai kapan perjodohan itu berlangsung dan mengapa kita dijodohkan dengan orang itu?
Tulis mbak Wulan di bukunya ini.

Ada kata satire yang mungkin bisa menggambarkan kehidupan pernikahan seperti ini yang, naudzubillahmindzalik, mengatakan suami berselingkuh dengan wanita lain barangkali lebih baik daripada selingkuh dengan lelaki lain. Ya lelaki lain. Berselingkuh dengan siapapun jelas perbuatan buruk.
Para istri ini berjuang meredam rasa dan asa dalam kehidupan pernikahan yang dijalaninya.  Sosok istri  ada namun tiada di hati suaminya. Rasa kecewa dan telah dipermainkan mewarnai kisah-kisah para istri  dalam buku ini. Ada yang bertahan demi anak yang terlanjur hadir dalam pernikahan mereka yang hambar. Ada yang mau berkompromi dengan keinginan suami yang ingin sembuh dan ada pula yang memilih jalan perceraian. Wanita normal mana yang tak ingin bahagia dan dicintai oleh suaminya?
Barangkali pencandu narkoba itu lebih mudah sembuh dibanding penderita orientasi seksual yang menyimpang ini.  
Membaca buku ini, mbak Wulan sangat pandai menyusun kata yang pas. Kita akan dibawa menjelajah ke dalam dunia wanita yang berbeda, pada perasaan-perasaan istri yang memiliki suami yang justru menyukai lelaki lain.


So… jangan ragu untuk menyimak kisah-kisah dalam buku ini




Tidak ada komentar:

Posting Komentar